Senin, 01 Desember 2008

Kesuksesan bagi Mitratama

Selamat bagi Mitratama angkatan 2008-2009 atas tercapainya target kemarin, yaitu lolos ke tingkat Provinsi ( peringkat 4 Bantul). Tapi perlu diingat bahwa tugas kalian belum selesai. Tugas berikutnya adalah membentuk Mitratama angkatan 2009-2010, selain itu juga kalian harus mensukseskan mereka. Ingat, kalian adalah angkatan 2008-2009, artinya kalian harus berhasil mencapai target selama 2 tahun yaitu tahun 2008 dan 2009. Dengan begitu kalian baru bisa dibilang angkatan yang sukses.

Jika suatu angkatan hanya sukses satu tahun dan gagal satu tahun, maka bisa dibilang angkatan GAGAL. Jika suatu angkatan gagal pada tahun pertama dan gagal pada tahun kedua, maka bisa dikatakan angkatan tersebut GAGAL TOTAL!!!.

Jadi kalau kalian ingin dikatakan BERHASIL seperti angkatan 2005-2006 yang meraih prestasi pada tahun 2005 ( Juara 3 tonti putra di Bantul) dan tahun 2006 ( Juara 2 tonti putra di Bantul), maka kalian harus sukses pada tahun 2009 setdaknya meraih posisi peringkat 3 di Bantul, sesuai prinsip " Hari esok harus lebih baik dari hari ini."

Selasa, 25 November 2008

paskib ke-60 kecamatan


ini asrul, artha n azis

Selasa, 18 November 2008

TONTI SMA (PRIVASI)

Nie video lomba tonti di balai kota 9 november 2008 kemarin

Senin, 01 September 2008

Peraturan dan tatacara Baris-berbaris

Baris berbaris memegang peranan penting dalam palaksanaan pengibaran Bendera Sang Merah Putih. Derap langkah yang tegas dan kompak akan sangat mempengaruhi jiwa dan semangat Paskibraka untuk melaksanakan tugas. Kekompakan anggota Paskibraka tercermin dari sikap disiplin dalam melaksanakan baris berbaris dan membentuk formasi.


Peraturan Baris Berbaris.

Peraturan baris berbaris diseluruh Indonesia hanya mengacu pada Peraturan Baris Berbaris Militer yang terdapat dalam Buku Peraturan tentang Baris Berbaris Angkatan Bersenjata. Buku ini disahkan oleh Surat Keputusan Pangab dan peraturan yang terakhir adalah Skep Pangab nomor : Skep/011/X/1985 tanggal 2 Oktober 1985, tetapi tahun 1992 ada perubahan pada Skep tersebut pada tempo langkah biasa dan langkah tegap dari 96 langkah tiap menit menjadi 120 langkah tiap menit.

Di dalam peraturan ini dibagi dalam 2 bagian yaitu baris berbaris dengan menggunakan senjata dan baris berbaris tanpa senjata. Peraturan baris berbaris militer tersebut diterapkan disemua kegiatan baris berbaris, sehingga dalam latihan Paskibraka harus mengacu pada peraturan baris berbaris tanpa senjata yang berlaku dan tidak boleh menerapkan aturan-aturan sendiri.

Pelatih.

Karena yang mengeluarkan peraturan baris berbaris adalah militer maka dengan dasar itu pelatih Paskibraka diambil dari instansi militer karena dianggap lebih memahami peraturan tersebut dan dapat memberikan ilmu baris berbaris sesuai peraturan yang berlaku. Didalam perkembangannya pelatih disekolah banyak yang melibatkan para purna paskibraka untuk melatih baris berbaris, namun harus dipahami bahwa siapapun yang memberikan latihan baris berbaris baik dari unsur militer maupun sipil/purna paskibraka semuanya harus berpedoman pada Peraturan Baris Berbaris yang berlaku.


Kewajiban Pelatih.

Keberhasilan latihan baris berbaris sangat tergantung pada kualitas dan kesanggupan seorang pelatih. Pelatih yang melatih hanya karena tugas tidak akan bisa mencapai hasil yang sempurna. Pelatih baris berbaris harus mempunyai kemampuan ilmu melatih sesuai peraturan peraturan yang berlaku dan kemampuan psikologis untuk mengerti kemampuan anak didiknya. Pelatih yang berkualitas harus mempunyai dasar-dasar melatih dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya antara lain :

1. Perasaan kasih sayang,

Pelatih harus dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anak didiknya.

2. Persiapan

Persiapan yang baik akan menentukan keberhasilan latihan. Pelatih harus mempersiapkan program apa yang akan dilatihkan, pembagian waktu, alat –alat yang diperlukan, tempat dan lain sebagainya.

3. Mengenal tingkatan anak didik.

Kemampuan setiap anak didik berbeda-beda dalam menyerap materi latihan yang diberikan, oleh sebab itu pelatih harus dapat memahami kemampuan setiap anak didiknya dan memberikan metode latihan sesuai yang dibutuhkan sehingga pada akhirnya dapat dicapai suatu hasil yang optimal.

4. Tidak sombong

Keahlian dan kepandaian melatih bukanlah hal yang harus disombongkan atau hanya dipamerkan, melainkan wajib diamalkan dan diberikan kepada anak didiknya dengan kesabaran dan ketelatenan.

5. Adil

Pelatih harus dapat memberikan keseimbangan saat latihan dalam segala hal dengan cara memberikan pujian atau teguran tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya.

6. Teliti

Pelatih harus cermat dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan sesuai dengan aturan yang berlaku. Gerakan setiap anak didiknya harus selalu diperhatikan sehingga dapat menerapkan gerakan sesuai dengan aturan yang benar.

7. Sederhana

Dalam memberikan penjelasan setiap gerakan pelatih harus mempergunakan bahasa dan kalimat yang sederhana sehingga mudah dipahami oelh setiap anak didik.

8. Teladan

Pelatih sebaiknya banyak memberikan dengan contoh-contoh gerakan, memberikan teladan dan selalu mengoreksi setiap anak didiknya sehingga mereka dapat melakukan gerakan dengan baik dan benar. Jika dilapangan pelatih sebaiknya tidak usah terlalu banyak bercerita atau memberikan pengarahan-pengarahan yang tidak perlu sebab yang diperlukan adalah pengulangan latihan-latihan setiap gerakan sehingga anak didik benar-benar memahami setiap gerakan dan dapat melaksanan dengan benar.


Perbandingan pelatih

Untuk latihan baris berbaris maka kualitas dan kemampuan pelatih sangat menentukan ratio pelatih dan anak didik. Untuk latihan baris berbaris maka ratio 1 : 15 atau 1 : 20 adalah ratio yang ideal, kalau terlalu banyak pelatih akan membuat anak didik menjadi bingung. Dalam melatih harus ditunjuk 1 orang pelatih yang akan mengatur pembagian-pembagian kelompok kecil, pemberian aba-aba gerakan dan lain sebagainya.

Program latihan

Tahap latihan baris berbaris adalah sebagi berikut :

1. Gerakan ditempat.

Gerakan baris berbaris yang dilakukan ditempat misal : Sikap siap, istirahat, hormat, lencang kanan, jalan ditempat dan lain sebagainya. Gerakan ditempat adalah kunci sukses dalam latihan baris berabris. Dalam latihan awal ini ketegasan pelatih mutlak diperlukan, karena jika anak didik sudah terbiasa dengan aba-aba dan gerakan yang tegas serta kompak maka dalam latihan pindah tempat dan berjalan akan menjadi mudah, karena secara emosi mereka sudah mulai terarah pada gerakan-gerakan selanjutnya.

2. Gerakan pindah tempat

Gerakan baris berbaris dengan pindah tempat tanpa melakukan gerakan berjalan, misal : 2 langkah kedepan/kebelakang, geser ke kekiri/kanan dan lain sebagainya

3. Gerakan berjalan.

Dalam latihan berjalan maka tahap latihan sebaiknya dibagi dalam kelompok-kelompok kecil antar 10 – 15 orang per kelompok karena akan lebih mudah untuk memperhatikan dan mengoreksi gerakan setiap anggota, setelah anggota pasukan dianggap mampu baru digabung menjadi kelompok yang besar.

a. Langkah Biasa

Yaitu membiasakan peserta untuk melakukan gerakan-gerakan langkah biasa, hal ini juga dimaksudkan agar dapat diberikan dasar-dasar penyeragaman langkah.

b. Langkah Tegap

Gerakan langkah tegap akan gerakan baris berbaris dengan sikap yang tegap baik ayunan tangan dan kaki, termasuk hentakan kaki sehingga dapat menimbulkan irama yang tegap, kompak dan mantap.

Dalam langkah tegap kekompakan dan keseragaman ayunan tangan harus benar-benar diperhatikan karena ayunan tangan akan menunjukkan keindahan dalam dalam berbaris.

c. Latihan tempo melangkah.

Saat latihan baris berbaris yang harus diperhatikan adalah tempo langkah baris berbaris dan kekompakan untuk melaksanakan sesuai peraturan tempo yang berlaku.

Untuk latihan tempo berjalan maka para pelatih dapat menggunakan tape recorder dan memutar lagu-lagu mars sesuai dengan tempo yang berlaku. Saat ini tempo langkah baris berbaris yang berlaku adalah 120 langkah per menit dengan panjang langkah 65 cm.

Berbaris sambil diiringi lagu-lagu mars akan membuat semua anggota pasukan lebih mudah menyeragamkan langkah sesuai dengan tempo lagu yang diputar.

Dalam latihan tempo dapat dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan masing-masing kelompok bergantian melakukan gerakan kombinasi jalan ditempat dan langkah biasa atau langkah tegap. Dengan latihan kombinasi ini akan mempermudah saat melakukan formasi pengibaran bendera, karena saat melakukan formasi biasanya gerakan jalan ditempat dan langkah tegap akan saling mengisi sehingga tempo langkah setiap anggota harus sama dan kompak.


Pujian dan Hukuman

Dalam latihan baris berbaris kadang-kadang ada anggota yang melakukan gerakan-gerakan yang sangat kompak dan bagus dalam melakukan gerakan. Pelatih yang baik akan selalu jeli terhadap semua gerakan anak didiknya,dan disaat istirahat maka pelatih sebaiknya tidak segan-segan untuk memberikan pujian. Tetapi apabila ada anggota pasukan yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam melakukan baris berbaris maka pelatih dalam memberikan hukuman harus jelas arahnya agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Hukuman sebaiknya tidak berupa hukuman phisik yang dilakukan secara langsung misal push up, squat jam dan lain-lainnya, karena :

Hukuman seperti ini tidak akan berdampak positip bagi anggota karena merugikan kondisi phisik anggota yang terbuang tenaganya sebab harus menjalani hukuman

Membuang waktu karena ada anggota yang dihukum sehingga anggota yang lain tidak dapat meneruskan latihan.

Hukuman yang dilakukan sebaiknya bersifat mendidik dan membuat anggota yang melakukan kesalahan benar-benar merasakan bahwa akibat kesalahan yang dilakukan akan merugikan anggota yang lain.

Jika ada anggota yang sering melakukan kesalahan maka anggota yang bersangkutan dipisah dan secara individual diberikan arahan dan dikoreksi gerakan-gerakannya. Jika kesalahan dilakukan saat melakukan gerakan ditempat maka dapat diberi hukuman dengan melakukan gerakan-gerakan yang salah sebanyak 10 kali, dengan cara seperti ini selain akan meningkatkan kemampuan anak didik juga sebagai bentuk latihan khusus sehingga anggota tersebut dapat lebih memahami kekurangannya dan memperbaiki dengan cepat, sedang manfaat pelatih dengan memberi hukuman seperti itu maka akan meningkatkan kemampuan anggotanya secara cepat tanpa merugikan yang lain.

Jika kesalahan dilakukan saat latihan berjalan maka secara personal anggota tersebut dapat diperintah untuk melakukan langkah tegap secara sendiri/ personal. Dengan cara ini palatih dapat memperhatikan kemampuan secara individu, sedang bagi anggota yang melakukan baris berbaris sendiri akan menimbulkan perasaan malu karena telah melakukan kesalahan dan pasti dia akan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.

Hukuman-hukuman yang berupa push up, squat jam atau hukuman phisik lainnya sudah saatnya ditinggalkan karena hanya akan merugikan peserta latihan secara keseluruhan dan bersifat kurang mendidik. Jika ada yang beralasan kalau hukuman tersebut untuk meningkatkan kondisi phisik, maka pelatih yang mengatakan hal tersebut harus meningkatkan pemahaman tentang latihan baris berbaris yang benar,sebab saat sudah masuk latihan baris berbaris Paskibraka kondisi phisik peserta harus baik dan peningkatan kondisi phisik secara instant akan membuat peserta kurang sehat sehingga tidak dapat berprestasi dengan optimal.

Perbedaan Interpretasi

- pada dasarnya, gerakan2 dlm baris-berbaris mpy acuan yg sama ytu berupa SKEP (surat keputusan) dari Pangab maupun Menhan. Masalahnya, ga ada rincian mendetail tentang gerakan2 yg ada shg tjd perbedaan interpretasi di berbagai tempat. Bahkan di satu t4 saja bisa tjd perbedaan gerakan anatr angkatan yang satu dgn yg lain. Memang, perbedaan interpretasi bukalah suatu hal yang perlu dibesar-besarkan/ booming. Akan tetapi hal tsb bisa membuat kerancuan terhadap persepsi generasi baru, sehingga mereka sering sekali bingung dalam pelaksanaannya. Seperti kata seorang bocah " gerakan tonti setiap tahun kok ganti to?"
- Lalu apa kira2 solusinya coy?

Say Horas Bah

Balonku ada lima dor dor dor dor
Rupa rua rupa rupa warnanya dor dor dor dor
hijau kuning kelabu merah muda dan biru
Say horas bah sineger negere

Potong bebek angsa masak di kuali wek wek wek
nona minta dansa, dansa empat kali wek wek wek
serong kanan serong kiri serong kanan serong kiri
Say horas bah sineger negere

kiss me i i, i kiss me kiss me i
kiss me i i, i kiss me kiss me i
kiss me i i, i kiss me kiss me i
Say horas bah sineger negere

Minggu, 31 Agustus 2008

mitratama diharapkan bersifat netral

Pada sabtu kemarin (30 agustus 2008) SMA Banguntapan dua mengalami kejadian yang sangat tidak terduga. erita telah tersebar kemana mana. Saya harapkan Mitratama bersikap netral karena belum terbukti kesalahan dari tersangka tersebut. Alangkah lebih baiknya jika kejadian ini tidak terjadi, alangkah lebih baik jika kejadian ini tidak diekspose keluar, begitu gegabahnya siswa yang masih KBM di SMA dua banguntapan (dalam ini yang berdemo,karena sebagian siswa ada tidak ikut demo, dan ada pula yang tidak tahu tentang masalah ini). apakah tidak ada cara yang lebih elegan ketimbang dengan melakukan demo yang dalam hal ini sampai diekspose keluar. Mungkin mereka (yang berdemo) tidak tahu akan menjadi seperti saat ini.

SEKOLAH KITA TERKENAL!!!!!

BUKAN TERKENAL!!!!!

TERCEMAR!!!!!!

Apakah pikiran mereka begitu pendek,apakah mereka tidak mengetahui akibatnya,seperti dalam ungkapan berikut:

"NGGEBUK WONG SIJI,SING KENO SAK BAJEK KERE"

Apakah kita akan selalu melihat keburukan saja tanpa melihat apa yang telah diperbuat untuk sekolah kita ini???walaupun tersangka ada kekurangannya,kita juga harus melihat kelebihannya..

Begitu sulitnya SMA kita meraih nama baik dan mempertahankannya,dan semua itu sekarang sudah tercoreng dan pasti akan membekas sampai kapanpun!!!!

Diharapkan mitratama bersikap netral, dan menyikapi hal ini dengan hati hati, jangan gegabah.

Diharapkan Mitratama tidak melakukan hal yang dapat mencemarkan nama baik mitratama ataupun sekolah.

Diharapkan mitratama bisa berpikir panjang dan memikirkan manfaat,kerugian dari hal yang akan dilakukan sebelum hal tersebut dilakukan.

Saya sebagai alumni merasa kecewa dengan kejadian ini, apalagi ada oknum guru juga yang mendukung acara demo tersebut.

Pada akhirnya saya menghimbau untuk tidak terpancing dalam masalah ini.

TOH MASALAH INI MASIH BELUM TERBUKTI KEBENARANNYA.

BIARKAN PIHAK YANG BERKEPENTINGAN YANG MENELITI.

KITA TUNGGU SAJA KEBENARANNYA!!!!

Sabtu, 30 Agustus 2008

Jingle Utpala

sol do iwak kebo
re mi fa sol iwak tongkol
mi re mi re rambut kere keh tumane

mangan ora doyan segane di campur thiwul
duwe anak loro mlebu peta dadi heiho

utpala yuwamitra sispa suka ikut serta
lari-lari tiap hari jalan jongkok setengah mati
utpala yuwamitra

CINTA KILAT

malam senin mulai bertemu
malam selasa mulai bertamu
malam rabu mulai merayu
malam kamis darling i love you
malam jum'at terima surat
yang isinya cinta ditolak
malam sabtu sendiri lagi
malam minggu carilah ganti

cinta kilat tonti yuwamitra
hilang satu tumbuh seribu
patah tumbuh hilang berganti
patah hati carilah ganti

Selasa, 26 Agustus 2008

perbedaan persepsi

Gini coy. Kemarin aq tanya ma anak PPI Bantul tentang materi "hitung".
Intinya begini, kalau mereka menganggap bahwa hitung disesuaikan dengan lencang.
Jadi kalau lencang kiri maka tengok ke kiri dan hitung dimulai dari kiri,
artinya secara tidak langsung, mereka berasumsi bahwa materi hitung tidak bisa berdiri sendiri tanpa lencang.
Inipun pernah terjadi beberapa tahun yang lalu saat TM dalam rangka lomba tonti se-DIY Jateng di balai kota. Materi tersebut menuai banyak protes dari banyak peserta yang merasa bahwa materi tersebut tidak lazim digunakan.
Berbeda dengan persepsi kita selama ini, kita menganggap bahwa materi "hitung" adalah materi yang bebas dan bisa berdiri sendiri. Dengan acuan bahwa "hitung" dimulai dari kanan dan diusahakan penjuru besar berada di kanan,seandainya penjuru kecil yang berada di kanan maka kesalahan itu menjadi tanggung jawab sang komandan pleton.

Lantas bagaimana kita menyikapi ini jika pada lomba berikutnya materi tsb akan dipakai?
apakah kita akan mempertahankan persepsi kita?