Gini coy. Kemarin aq tanya ma anak PPI Bantul tentang materi "hitung".
Intinya begini, kalau mereka menganggap bahwa hitung disesuaikan dengan lencang.
Jadi kalau lencang kiri maka tengok ke kiri dan hitung dimulai dari kiri,
artinya secara tidak langsung, mereka berasumsi bahwa materi hitung tidak bisa berdiri sendiri tanpa lencang.
Inipun pernah terjadi beberapa tahun yang lalu saat TM dalam rangka lomba tonti se-DIY Jateng di balai kota. Materi tersebut menuai banyak protes dari banyak peserta yang merasa bahwa materi tersebut tidak lazim digunakan.
Berbeda dengan persepsi kita selama ini, kita menganggap bahwa materi "hitung" adalah materi yang bebas dan bisa berdiri sendiri. Dengan acuan bahwa "hitung" dimulai dari kanan dan diusahakan penjuru besar berada di kanan,seandainya penjuru kecil yang berada di kanan maka kesalahan itu menjadi tanggung jawab sang komandan pleton.
Lantas bagaimana kita menyikapi ini jika pada lomba berikutnya materi tsb akan dipakai?
apakah kita akan mempertahankan persepsi kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar