(teruntuk mitratama 05-06)
Apabila umur telah dinganga kubur
Ingatkah kita pada gebrak kaki
yang dahulu menyatu di hati
pada barisan sepatah-patah
menyanyikan himne dengan tengadah
Kita adalah selarik ombak
yang memintal singgasana tepat berpijak
dengan untaian ragu dan securah angan
Juga sebersit sajak, tentang harapan dan kemuliaan
Kebersamaan antara kita teramat sederhana
Hingga menyisakan seloroh bagi ulat dalam kepompong waktu senja
Kenang-kenanglah pusaran hari
dimana semangat bergemuruh di setiap kesunyian
Kenang-kenanglah putaran bumi
higga sepi jadi teman yang terpendam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar