Sabtu, 11 Juli 2009

Perbedaan Interpretasi

Pada dasarnya , gerakan-gerakan dalam baris berbaris mempunyai acuan yang sama yaitu berupa SKEP (surat keputusan) dari Pangab (Surat Keputusan Pangab dan peraturan yang terakhir adalah Skep Pangab nomor : Skep/011/X/1985 tanggal 2 Oktober 1985). Masalahnya tidak semua gerakan di jelaskan secara rinci dan detail sehingga dimungkinkan terjadi perbedaan interpretasi diberbagai tempat. Bahkan di satu tempat saja bisa terjadi perbedaan gerakan dari satu angkatan dengan angkatan lain. Memang, perbedaan interpretasi bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan agar booming seperti gossip para artis. Akan tetapi hal tsb bisa membuat kerancuan terhadap gerakan para generasi baru, sehingga mereka sering sekali bingung dalam pelaksanaannya.

-lalu apa kira-kira solusinya coy?

Em, pernah terpikirkan oleh diriku untuk bikin suatu modul berisi interpretasi gerakan dari SKEP yang ada. Meskipun saya udah bawa SKEPnya tapi terkendala dengan kesibukan yang ada, jadinya yaa gitu dech.

-kayak apa sich SKEP itu?

SKEP itu berisi beberapa bab dan pasal yang didalam pasal-pasal itu dijelaskan gerakan gerakan baris-berbaris. Neh saya kutipkan:

Pasal 20

PANJANG TEMPO DAN MACAM LANGKAH

Langkah dapat dibeda-bedakan sebagai berikut:

Macam langkah

Panjangnya:

Tempo:

1. Langkah biasa

2. Langkah tegap

3. Langkah perlahan

4. Langkah ke samping

5. Langkah ke depan

6. Langkah ke belakang

7. Langkah diwaktu lari

70 cm

70 cm

40 cm

40 cm

40 cm

60 cm

80 cm

96 tiap menit

96 tiap menit

30 tiap menit

70 tiap menit

70 tiap menit

70 tiap menit

165 tiap menit

Panjangnya semua langkah diukur dari tumit ke tumit. Bila dalam peraturan disebut satu langkah, maka panjangnya 70 cm.

Mungkin materi diatas sudah jelas walaupun pelaksanaannya tidak selalu sama. Potongan SKEP diatas bagi saya sudah cukup jelas,tapi ada banyak pasal yang tidak secara terperinci menjelaskan apa yang harus dilakukan, contoh:

Pasal 19

BUBAR

Aba-aba: Bubar = JALAN. Pelaksanaan : pada aba-aba pelaksanaan tiap prajurit menyampaikan penghormatan kepada Komandan, sesudah dibalas kembali dalam sikap sempurna kemudian melakukan “Balik Kanan” dan setelah menghitung dua hitungan dalam hati, melaksanakan gerakan seperti langkah pertama dalam gerakan Maju=JALAN selanjutnya bubar menuju tempat masing-masing.

Sebetulnya materi ini sudah sangat jelas sekali bagi saya, tetapi ketika saya mengikuti acara bedah SKEP di SMA N 1 Sewon justru nara sumbernya memberi contoh agak aneh, dimana ketika hormat semua pasukan harus tengok ke arah komandan dan setelah dibalas tidak melakukan balik kanan tetapi hanya balik badan dan melakukan gebrakan saja. Yang beginian justru bikin rancu bagi saya.

-Lha terus piye dab?

Akhirnya, kami Mitratama mengambil keputusan untuk memutuskan sendiri gerakan-geraka apa saja yang perlu ditaati dan apa saja yang tidak. Gerakan dasar yang termasuk agak berbeda dari SKEP yang ada adalah berkumpul dan lencang. Untuk gerakan dasar yang lai kurang lebih sama. Sedangkan untuk gerakan lanjutan seperti haluan dan melintang ada beberapa trik yang bisa digunakan selama hal itu tidak menyalahi SKEP. Wis waelah ndak marai bingung.

Eh, tapi tunggu dulu. SKEP sebagai pegangan utama dalam baris-bebarisperlu dilestarikan, tapi tata bahasanya yang jadul membuat anak-anak muda males mempelajarinya. Jadi saya kira perlu dibuatkan modul berupa interpretasi dari SKEP dengan tata bahasa yang sekarang, agar SKEP bisa bener-bener dijadikan pegangan walaupun pada akhirnya akan tetap terjadi perbedaan interpretasi.

1 komentar:

Winnetou mengatakan...

mas.. boleh copy buku skep pangab tentang pbb nga...